Bilamana Air PAM Mampet ?

air pama air bersih mampet bisa gawat

Pengelola Air Jakarta

Setiap hari kita menggunakan air baik itu untuk mandi, cuci baju, cuci piring, siram tanaman dll. Air yang kita pakai setiap hari muncul dari keran kita dengan hanya harus memutar keran tersebut. Begitu mudahnya mengakses air bersih pada hari ini. Namun, sebenarnya air yang didapat di rumah telah mengalami perjalanan yang panjang dan dibangun dengan sistem bertahun-tahun. Air yang di dapat di rumah kemungkinan berasal dari sumber-sumber mata air sekitar. Untuk Jakarta misalnya, air yang didapat sebenarnya disokong oleh daerah-daerah di sekitar Jakarta. Banyak bendungan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta, misalnya bendungan Jatiluhur.

Air yang dibendung oleh bendungan dikumpulkan dalam sebuah basin yang kemudian dialirkan melalui kanal-kanal ke daerah-daerah termasuk Jakarta. Setelah sampai di Jakarta, air ditampung dan diproses sehingga layak untuk dikonsumsi oleh warga Jakarta. Kebutuhan air bersih ini adalah kebutuhan masyarakat banyak. Oleh karena itu, pengelolaannya dikerjakan oleh pemerintah. Namun, pada Kamis 12 Oktober 2017 sejumlah warga Jakarta menggugat pemerintah DKI Jakarta, DPRD DKI, Perusahaan Daerah Air Minum Prov DKI, PT PAM Lyonnaise, Pemerintah Pusat dan PT Aertra Air Jakarta karena telah menswastanisasi air di Jakarta. Hal ini dikabulkan oleh Mahkamah Agung sehingga pemerintah harus segera mengambil alih kembali kekuasaan atas air di kota Jakarta.

Ternyata, air di Jakarta telah dikuasai oleh swasta sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama tanggal 6 Juni 1997 dan diperbaharui 22 Oktober 2001. Perjanjian ini menyalahi Peraturan Daerah No 13 tahun 1992 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Pengelolaan air di Jakarta dilakukan oleh dua operator yaitu Aetra dan Palyja. Kontrak dengan dua operator tersebut baru akan berakhir pada Februari 2023. Sampai saat ini pemerintah DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa saat ini yang bisa dilakukan adalah melakukan dialog. PAM akan bertemu dengan Aetra dan Palyja untuk membahas tentang keputusan Mahkamah Agung ini. Selanjutnya pengelolaan akan dilakukan oleh pemerintah yaitu PAM. Saat ini wakil gubernur terpilih, Sandiaga Uno yang diketahui memiliki saham dari perusahaan ini, melepaskan saham dari PT Aetra. Alasan  yang dikemukakannya adalah untuk menghidari kemungkinan KKN di Aetra. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah pemerintah dan Sandiaga Uno mau mendesak mantan perusahaannya untuk melepas kelola air di Jakarta. Bilamana air PAM mampet tidak ngucur airnya?