Drain cleaner

Drain cleaner

Bisnis Keteknik Sipilan di Indonesia Kini

 

Berbisnis mungkin bagi sebagian besar orang adalah suatu momok karena membutuhkan banyak faktor yang perlu dipikirkan dan membutuhkan keberanian. Mungkin ada yang berpikir bahwa berbisnis perlu modal yang besar, ada lagi yang berpikir banyak ijin pemerintah yang perlu diurus, ada juga yang berpikir bahwa berbisnis adalah bagian sebagian orang saja. Menurut berita dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, rasio pengusaha di Indonesia adalah 3,1 %.

 

Beberapa dari kita mungkin terkejut mendengar berita dari World Bank bahwa peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia atau ease of doing business tahun 2018, meningkat dari peringkat ke – 91 menjadi peringkat ke – 72. Berita yang dilansir dari Kompas.com disebutkan bahwa peringkat ini meningkat dikarenakan biaya membuat usaha lebih rendah dari sebelumnya 19,4 % menjadi 10,9 persen pendapatan per kapita. Rodrigo A. Chaves, World Bank, juga menyebutkan bahwa akses kepada listrik semakin murah yaitu 357% dari pendapatan per kapita menjadi 276 %. Chaves juga menyebutkan bahwa biro-biro kredit baru juga bermunculan dan adanya penagihan pajak, bea cukai dan pendapatan bukan pajak secara elektronik juga meningkat. Dengan sistem itu, ia menyebutkan bahwa waktu untuk mengurus dokumen impor/ ekspor menjadi berkurang dari 133 jam menjadi 119 jam. Pendaftaran properti pun menjadi lebih murah akibat pengurangan pajak transfer.

 

Hal ini menjadi berita baik dan menjadi penjegal ketakutan berbisnis di Indonesia. Apalagi di jaman ini, sistem teknologi informasi membantu untuk berbisnis. Anak-anak muda yang pahan sistem teknologi informasi memanfaatkan hal ini dengan baik. Banyak perusahaan-perusahaan baru yang pemiliknya adalah anak muda, sebut saja Tokopedia, Kaskus, BukaLapak, Gojek dan lain-lain.

 

Berbisnis memiliki beberapa keuntungan, di samping setiap resiko yang ada. Misalnya saja dengan berbisnis, kita dapat mengatur sendiri waktu kita, di mana ketika bekerja di suatu perusahaan, kita harus bekerja pada jam yang telah disepakati. Terkadang kita sering dijengkelkan karena jam kerja yang luar biasa panjang, hasil rekayasa perusahaan. Selain itu, dengan berbisnis, kita dapat mengatur sendiri apa yang kita produksi dan dapat mengembangkan kemampuan kita dengan lebih pesat. Hal ini sangat terasa bila dibandingkan dengan bekerja di kantor yang semua sudah ada garisnya dan hanya mengikuti instruksi bos.

 

Berbisnis dapat berupa jasa maupun barang. Di dunia teknik sipil, bisnis yang dapat ditekuni sangat banyak. Misalnya saja dari kebutuhan yang paling sederhana, yaitu kebutuhan perbaikan pipa. Banyak dari kita yang mengira bahwa jasa ini melulu adalah pekerjaan yang kotor, bau dan sulit. Ada banyak teknologi dalam perbaikan pipa, misalnya saja teknologi drain cleaner. Teknologi ini dapat membersihkan pipa drainase dengan mudah, tanpa tenaga yang banyak, menggunakan mesin listrik atau mesin bensin, tanpa bahan kimia dan mesin yang dapat dibawa kemana pun.

 

Masih banyak lagi ide bisnis di teknik sipil yang akan di bahas pada Bisnis Jasa Perpipaan di Indonesia Kini bagian kedua.